INDOPOS.CO.ID - Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) mengecam keras penembakan terhadap mobil salah satu anggotanya, Sugianto. Penembakan yang terjadi pada pukul 23.00, Rabu (27/6) malam kemarin merupakan tindakan brutal.
SP meminta kepolisian mengungkap tuntas kasus penembakan tersebut. Sebab hal itu sudah yang ketiga kalinya.
BACA JUGA :Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan
"Kasus ini juga merupakan "pekerjaan rumah serius" jajaran direksi, khususnya direktur HRD yang membawahi manager sekuriti JICT serta vendor keamanan. Karena ini kali ketiga mobil anggota serikat dirusak dan ditembak," ujar
Ketua Serikat Pekerja JICT Hazris Malsya, Kamis (28/6).
Menurutnya, kejadian serupa pernah menimpa mobil milik anggota dan mantan Ketua SP JICT Hubertus Sirait dan Nova Sofyan Hakim.
Hal ini mengingat penembakan tersebut terjadi di area lini 1 pelabuhan dan hanya berjarak 10 meter dari pos jaga sekuriti. "Ada kode keamanan internasional ISPS, ada keamanan yang berjaga 24 jam dan ada 200 lebih CCTV. Tentu kejadian ini menjadi pertanyaan," jelas Hazris.
Lebih lanjut, dia mengatakan, SP JICT menduga penembakan tersebut kemungkinan ada kaitan dengan kritik keras oleh pekerja terkait perpanjangan kontrak JICT jilid II kepada Hutchison yang melanggar aturan dan merugikan negara Rp 4,08 triliun. Untuk itu, SP JICT juga mendorong BPK menyelesaikan audit kasus Pelindo II yang masih belum selesai dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyidik tuntas kasus kontrak JICT.
"Seluruh pekerja di Indonesia berhak mendapatkan rasa aman dalam bekerja. Ancaman demi ancaman kepada anggota serikat pekerja tidak akan menyurutkan perjuangan untuk mengembalikan JICT ke pangkuan Ibu Pertiwi," ujar Hazris.
Adapun terkait kasus penembakan tersebut, pihaknya telah melaporkan kejadian tindak pidana pengerusakan mobil Merk. Chevrolet Spin No. Pol B 1650 TRV milik korban bernama Sugianto karyawan JICT ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Sementara itu, Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Priok saat ini terus mengusut kasus tersebut. Saat melakukan olah TKP, kepolisian menemukan gotri atau selongsong peluru airsoft gun ditemukan di lokasi kejadian.
"Pelaku menembakkan senjata airsoft gun ke arah mobil yang terparkir," ujar AKP Faruk Rozi, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, kepada wartawan, Kamis (28/6).
"Ketika jam 11 malam dia mau pulang, lihat mobilnya kok kaca pintu depan sebelah kiri retak dan ada lobang," ujarnya. Faruk memastikan, tak ada korban luka mau pun jiwa akibat kejadian tersebut.
Situasi lokasi parkir pun sepi dari karyawan maupun security JICT. "Situasi dalam keadaan kosong. Jadi ngga ada korban. Hanya mobil saja yang ditembak pelaku," jelasnya.
Pihaknya hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Motif penembakan juga masih didalami oleh kepolisian. "Kami masih terus menyelidiki kasus tersebut," terangnya.(dai)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar