JawaPos.com - Terduga teroris berinisial J alias SM warga Serangan, Blulukan, Colomadu, Karanganyar yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror, Kamis (14/6) malam, berkaitan dengan penangkapan yang dilakukan di Blitar. Mengenai peran dari J sendiri, saat ini masih dalam pengembangan.
Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono mengungkapkan bahwa, penangkapan terduga teroris tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan lima warga di Blitar sebelumnya. Dari hasil pengembangan tersebut, kemudian tim Densus 88 Antiteror menangkap seorang warga Serangan, Colomadu, Karanganyar.
"Itu merupakan pengembangan dari penangkapan yang di Blitar," terang Condro kepada JawaPos.com saat meninjau pembagian bingkisan sembako di Solo, Sabtu (16/6).
Tetapi, Condro belum bisa menjelaskan lebih detail mengenai peran dari terduga teroris yang ditangkap tersebut. Saat ini, kasus penangkapan tersebut masih dikembangkan oleh Densus 88 Antiteror.
Sementara itu, saat disinggung mengenai keterkaitan dengan aksi bom bunuh diri yang dilakukan di Surabaya, Kapolda Jateng itu mengatakan, kemungkinan itu bisa saja terjadi.
"Kemungkinan ada kaitannya dengan yang di Surabaya. Kalau dia penyandang dana tidak. Tapi masih ada kaitannya saja," tandasnya.
Seperti diketahui, malam takbiran lalu tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap seorang warga Dusun Serangan, Blulukan, Colomadu, Karanganyar berinisial J alias SM.
J juga merupakan bekas narapidana teroris (napiter). Dalam proses penangkapan, bahkan diwarnai dengan beberapa kali tembakan.
(apl/JPC)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar