Belum ada keterangan dari dokter kapan ia bisa kembali bisa bekerja. Hanya saja kerusakan mata kirinya cukup parah sehingga proses pengobatannya lama.
"Dokter enggak bisa bicara kapan cuma memang kerusakan di mata kiri saya cukup parah. Jadi itu yang membuat proses pengobatan jadi lama dan panjang," jelasnya.
Novel pun masih harus ke Singapura. Ia berharap ke Singapura hanya untuk kontrol dan bukan penindakan. Karena jika matanya masih perlu tindakan, perlu proses lama.
Pembiayaan pengobatan ditanggung negara dan asuransi. Ia mengatakan tak tahu berapa besaran biaya pengobatannya selama ini karena semua ditangani Bidang SDM KPK.
"Di awal saya tidak pernah pegang uang, pegang anggaran biaya pengobatan dari kantor yang khusus. Jadi saya tidak pernah membuat rekapitulasi," ujarnya.
Novel mengaku masih tetap mendapat gaji. Namun besarannya tak sama dengan pegawai yang bertugas setiap hari. Persentasenya, kata dia, berbeda jauh. Terkait THR, ia mengaku tak tahu apakah ada kebijakan THR untuk pegawai KPK.
"Saya enggak tahu ada THR enggak di KPK," ujarnya.
Novel Baswedan merayakan Idu Ffitri di rumahnya. Pada hari pertama sampai ketiga lebaran ia juga tetap berada di rumahnya. Ia berencana akan berkunjung ke rumah mertuanya.
"Mungkin saya ke rumah saudara, ke rumah mertua. Sudah lama enggak pulang ke mertua. Nanti jadi enggak bagus dong enggak pulang ke mertua," tutup dia.
Reporter: Hari Ariyanti
Sumber: Merdeka.com
Saksikan video pilihan lainnya di sini:
Setahun Penyerangan Novel Baswedan












![Ayana Jihye Moon [foto: instagram.com/xolovelyayana]](http://rss.tidurdigaji.xyz/media/feedgator/images/5_blank.png)



































Tidak ada komentar:
Posting Komentar