Mau Mudik ke Lampung, Misriwati Melahirkan Bayi Perempuan di Atas Kapal
Rabu, 13 Juni 2018 | 22:25
[MERAK] Seorang pemudik, Misriwati, warga Kampung Kalong Tegal, RT 005/RW 002, Kelurahan Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, melahirkan seorang bayi perempuan di atas Kapal KMP Kirana II, saat sedang berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (12/6).
Bayi perempuan dari pasangan Dahlan dan Misriwati tersebut kemudian diberi nama Kirana sesuai dengan nama kapal yang mereka tumpangi. Nama lengkap bayi tesebut yakni Dahlia Kirana Putri.
Manajer PT Darma Lautan Utama (DLU) Cabang Merak, Sunaryo, kejadian itu berawal pada saat kapal KMP Kirana II milik PT DLU tersebut keluar dari Pelabuhan Merak, petugas medis dapat informasi dari petugas yang keliling dalam kapal bahwa ada penumpang yang hamil mengeluh mules.
Dia mengatakan, sekitar pukul 15.20 WIB, petugas medis mendapat informasi ada seorang ibu hamil mengalami mules. Kemudian pada pukul 15.25 WIB, petugas medis langsung mengarahkan penumpng tersebut ke ruang medis dalam kapal untuk dilakukan pemeriksaan.
Setelah melalui proses pemeriksaan, petugas medis mengatakan usia kandungan ibu tersebut sudah 36 minggu sehingga tim medis harus melakukan proses persalinan di kapal.
"Pada saat itu, petugas medis yang bertugas Budi Suwarno dan Khoirul Anam. Mereka berkompeten dan berpengalaman," ujar Sunaryo.
Dengan menggunakan peralatan medis yang tersedia dan disaksikan keluarga ibu hamil tersebut, kedua petugas medis itu pun melakukan tindakan persalinan. Sekitar 20 menit berselang, pada pukul 15.45 WIB bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir.
Menurut Sunaryo, pasangan suami istri, Dahlan dan Misriwati, orang tua dari bayi itu akan melakukan perjalanan mudik menuju Lampung. "Saya tidak tahu persis Lampung-nya di mana namun menurut keterangan, mereka mau mudik ke Lampung," katanya.
Sunaryo menjelaskan, Dahlan, ayah dari bayi itu kemudian meminta saran nama kepada Nahkoda KMP Kirana II, John Ferry. John akhirnya memberikan saran nama Dahlia Kirana Putri. Nama Kirana diambil dari nama kapal tempat dilahirkannya bayi cantik itu. "Orang tuanya langsung setuju, dan senang, jadi namanya sama dengan nama kapal kita," katanya.
Dijelaskan Sunaryo, PT DLU menerapkan pelayanan lengkap di seluruh kapal yang beroperasi. Salah satunya adalah pelayanan kesehatan. Di setiap kapal, manajemen menempatkan tenaga medis yang berpengalaman dengan obat-obatan yang diperlukan untuk pertolongan pertama. Salah satunya adalah obat jantung.
Sunaryo berjanji, sebagai bentuk apresiasi, Kirana akan mendapatkan pelayanan penyeberangan gratis seumur hidup. Bukan hanya itu, setelah Idul Fitri nanti, manajemen PT DLU, pemilik KMP Kirana II, akan bertolak ke Lampung untuk menemui Kirana dan keluarganya guna memberikan tanda mata sebagai kenang-kenangan.
Sunaryo mengaku sangat senang dengan kejadian itu. Karena ada kebahagian yang bisa diberikan perusahaan kepada masyarakat yang menggunakan jasa penyeberangan. "Untuk arus mudik, ini kejadian pertama kali di Merak-Bakauheni, tapi kalau hari biasa pernah terjadi hal serupa," katanya.
Sementara itu, Dahlan, ayah Kirana, mengaku sangat bahagia atas kelahiran putrinya itu. Dahlan pun sangat berterima kasih kepada petugas medis dan petugas kapal lainnya atas pelayannya. "Saya senang anak saya bisa lahir dengan normal dan selamat," katanya.
Dahlan berterima kasih kepada petugas keliling. Karena berkat informasi petugas itu ke tim medis kapal, istrinya bisa segera mendapatkan penanganan sehingga bisa melahirkan dengan selamat.
Bagi Dahlan dan istrinya Misriwati, perjalanan mudik tahun ini sangat istimewa dan tidak akan pernah terlupakan. Bahagia karena bisa mudik dan mendapat anugerah seorang putri cantik. [149]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar